Matrix

Matrix
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 September 2014

Petualang

Api pendiangan menyala merah,
Ada tempat tidur di dalam rumah;
Tetapi belum lelah kaki kita.
Di balik tikungan, masih ada
pohon atau batu berdiri tiba-tiba,
yang belum dilihat orang, kecuali kita.

Daun dan rumput, pohon dan bunga,
Biarkan saja!
Bukit dan air luas terbentang,
Lewati saja, lewati saja.

Di balik tikungan mungkin menunggu
Gerbang rahasia atau jalan baru.
Meski hari ini kita lewati,
Esok mungkin kita kembali.
Menapak jalan tersembunyi,
Menuju bulan atau matahari.

Rumah ada di belakang, dunia di depan.
Kita menapaki begitu banyak jalan,
Lewat bayang-bayang sampai ke ujung malam,
dan semua bintang menyala temaram.
Maka dunia di belakang dan rumah ada di depan.


#J.R.Tolkien

Selasa, 01 Juli 2014

Di Malioboro

…Kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang
dibunuh di tahun 1965.

Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh
di sisi Benteng Vriedenburg.

Siapa namamu, kataku, dan kau bilang:
Kenapa kau tanyakan itu.

Malam mulai diabaikan waktu.
Di luar, trotoar tertinggal.

Deret gedung bergadang
dan lampu tugur sepanjang malam

seperti jaga untuk seorang baginda
yang sebentar lagi akan mati.

Mataram, katamu, Mataram…

Ingatan-ingatan pun bepercikan
–sekilas terang kemudian hilang– seakan pijar
di kedai tukang las.

Saya coba pertautkan kembali
potongan-potongan waktu
yang terputus dari landas.

Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya.

Di atas bintang-bintang mabuk
oleh belerang,

kepundan seperti sebuah radang,

dan bulan dihirup hilang
kembali oleh Merapi.

Trauma, kau bilang
(mungkin juga, “trakhoma?”)
membutakan kita.

Dan esok los-los pasar
akan menyebarkan lagi warna permainan kanak
dari kayu: boneka-boneka pengantin
merah-kuning dan rumah-rumah harapan
dalam lilin.

Siapa namamu, tanyaku.
Aku tak punya ingatan untuk itu, sahutmu.
#Goenawan Mohamad

Kamis, 19 Juni 2014

Triwidodo's

Ambillah hikmah dari kisah di pewayangan
Arjuna bertapa di tengah hutan
Hanya Semar dan anak-anaknya yang menjadi kawan
Semua gerbang badan yang berjumlah sembilan
Ditutup semua untuk mendapat ketenangan

Penglihatan, pendengaran, penciuman
Pengecapan, pengucapan, hubungan badan, semua dijauhkan
Setelah semua indera terkendalikan
Masih satu yang harus ditaklukkan
Mind, Pikiran

Godaan pertama berujud raksasa
Mengapa harus bertapa, ditakut-takuti kesengsaraan dunia
Godaan selanjutnya kilauan emas permata
Harta sudah di depan mata mengapa tidak berselera?
Godaan terakhir bidadari cantik jelita
Nafsu birahi tersisa digoda juga
Banyak Kesatria gagal bertapa
Ketakutan akan sengsara
Selain itu banyak yang tidak berhasil juga
Disebabkan harta, tahta dan wanita

Dengan duduk hening menyaksikan godaan pikiran yang datang dan pergi
Sampai Bathara Guru turun dari Kahyangan menemui
Memberi senjata ampuh Pasopati
Penakluk sifat kebinatangan di dalam diri
Untuk mencapai Kebahagiaan Sejati.

Tidak berbeda dengan cerita Nachiketas di India
Dalam Kathopanishad tertulis kisahnya
Dewa Yama menawarkan emas permata seluas dunia
Kemudian raja mulia yang panjang usia
Terakhir musik surgawi dengan bidadari nan jelita
Semua ditolaknya
Demi kehidupan abadi yang menjadi tujuannya

Hanya kesatria perkasa yang tabah hati
Yakin dunia ini hanya ilusi
Berjalan mantap meniti ke dalam diri
Untuk menemukan jati diri
Kesadaran Murni

Kamis, 12 Juni 2014

John Lennon's


Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...

Imagine there's no countries
It isnt hard to do
Nothing to kill or die for
No religion too
Imagine all the people
Living life in peace...
Imagine no possesions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...

You may say Im a dreamer
But Im not the only one
I hope some day you'll join us
And the world will live as one

Li Qi's

Bamboo from the southern hills was used to make this pipe.
And its music, that was introduced from Persia first of all,
has taken on new magic through later use in China.
And now the Tartar from Liangzhou, blowing it for me,
drawing a sigh from who so ever hears it,
is bringing to a wanderer's eyes homesick tears....
Many like to listen; but few understand.
To and from at will there's a long wind flying,
dry mulberry-trees, old cypresses, trembling in its chill.
There are nine baby phoenixes, outcrying one another;
A dragon and a tiger spring up at the same moment;
Then in a hundred waterfalls ten thousand songs of autumn
are suddenly changing to The Yuyang Lament;
And when yellow clouds grow thin and the white sun darkens,
they are changing still again to Spring in the Willow Trees.
Like Imperial Garden flowers, brightening the eye with beauty,
are the high-hall candles we have lighted this cold night,
and with every cup of wine goes another round of music.

Minggu, 25 Mei 2014

Rumi's

Rasa manis yang tersembunyi,
ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Tetapi ,
Dua alang-alang minum dari satu sungai.
Satunya palsu, lainnya tebu.

Dan ,
Ikat dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.

Jika engkau dilukai duri-duri, engkaulah penanamnya; jika engkau berpakaian satin dan sutera, engkau sendirilah pemintalnya.
Ketahuilah bahwa perbuatan itu tak sama dengan hasilnya; sebuah pelayanan tak selalu sama dengan upahnya.

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah,
dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk,
yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”

Renungan

Jika dilihat dari sisi samping, tampak seperti pegunungan yang sambung menyambung.
Namun bila dilihat dari sisi miringnya, tampak seperti gunung yang tinggi.
Dilihat dari sisi manapun , pemandangan pegunungan selalu tampak berbeda.
Walaupun demikian, sangat susah untuk mengenal bentuk sebenarnya.
Apalagi bila kita sendiri sedang berada di pegunungan itu. 
Kutipan Dari Sahabat-15 Jan 2013