Matrix

Matrix

Minggu, 25 Mei 2014

Renungan

Jika dilihat dari sisi samping, tampak seperti pegunungan yang sambung menyambung.
Namun bila dilihat dari sisi miringnya, tampak seperti gunung yang tinggi.
Dilihat dari sisi manapun , pemandangan pegunungan selalu tampak berbeda.
Walaupun demikian, sangat susah untuk mengenal bentuk sebenarnya.
Apalagi bila kita sendiri sedang berada di pegunungan itu. 
Kutipan Dari Sahabat-15 Jan 2013

Sabtu, 10 Mei 2014

Warna

Tahun 1666, ilmuwan Inggris Isaac Newton menemukan, bahwa cahaya putih adalah cahaya warna majemuk (Poli Kromatis) yang bila dibiaskan melalui kaca prisma, akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Newton juga menemukan bahwa setiap warna tunggal ini terdiri dari satu panjang gelombang, dan tidak dapat dipisahkan lebih lanjut ke dalam warna lain. Tentu saja warna-warna tunggal dapat dicampur, dan akan menjadi warna lain yang disebut warna turunan. Misalnya, warna merah dicampur dengan warna kuning akan terbentuk warna oranye.

Efek Psikologis dari Warna
Persepsi warna memang menjadi hal yang subjektif, tetapi tidak dapat dipungkiri, warna juga memiliki makna dan efek yang bersifat universal. Bukanlah tanpa alasan tertentu, bila lampu lalu lintas diberi warna merah ,kuning ,hijau. Dan warna kuning, suka atau tidak suka, adalah warna yang paling menarik perhatian mata.  
Putih
White...is not a mere absence of colour; it is a shining and affirmative thing, as fierce as red, as definite as black...God paints in many colours; but He never paints so gorgeously, I had almost said so gaudily, as when He paints in white. - G. K. Chesterton
Putih melambangkan kesucian atau kemurnian, dapat juga menggambarkan kesan dingin, dan lemah lembut. Tetapi warna putih adalah warna yang ”kuat” walau tidak menarik perhatian mata. Pengunaan warna putih yang cerah dalam ruangan akan memberi kesan luas, bersih, terang dan megah, namun juga memberikan kesan kosong dan tidak ramah. Rumah sakit biasanya menggunakan warna putih untuk memberikan kesan bersih dan steril.
Hitam
Black is real sensation, even if it is produced by entire absence of light. The sensation of black is distinctly different from the lack of all sensation. -Hermann von Helmholz
Hitam menyerap semua cahaya dalam spektrum warna. Hitam terkenal sebagai indikator  kekuasaan, atau untuk menyatakan kekuatan, tetapi bisa juga terkait dengan formalitas.
Hitam sering dikaitkan dengan kematian dan duka dalam berbagai budaya.
Dalam dunia mode, warna hitam memberi efek melangsingkan dan keanggunan.
Hijau
Green, which is Nature's colour, is restful, soothing, cheerful, andhealth-giving. - Paul Brunton
Hijau adalah warna yang melambangkan alam dan kehidupan alam. Hijau juga mencerminkan ketenangan, kesehatan, dan kesuburan. Sejak jaman dulu warna hijau merupakan simbol kesuburan.
Hasil penelitian menemukan bahwa hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca. Riset yang dilakukan pada beberapa siswa, ditemukan bahwa peletakan transparan lembar kertas berwarna hijau di atas bahan bacaan, akan meningkatkan kecepatan membaca dan memahami.
Hijau sering digunakan dalam dekorasi untuk memberi efek ketenangan. Misalnya, dekorasi ruang tamu di kantor-kantor sering mengkombinasikan warna hijau untuk memberi kesan santai dan bersahabat.
Warna hijau juga dapat membantu pikiran menjadi rileks. 
Kuning
How wonderful yellow is. It stands for the sun. -Vincent Van Gogh
Kuning yang terang sering digambarkan sebagai riang dan hangat. Kuning juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh.
Meskipun dianggap sebagai warna ceria, orang lebih cenderung kehilangan kesabaran jika berada dalam ruang berwarna kuning.
Karena warna kuning mengandung banyak jumlah cahaya, maka warna kuning biasanya menarik perhatian mata.
Merah
Red has guts .... deep, strong, dramatic. A geranium red. A Goya red ... to be used like gold for furnishing a house ... for clothes, it is strong, like black or white. - Valentino
Merah yang cerah, memberi kesan hangat yang kuat bahkan dapat memicu emosi.
Merah biasanya diasosiasikan dengan cinta, kehangatan, dan kenyamanan.
Merah juga dianggap sebagai simbol gairah hidup, kegembiraan, atau bahkan kemarahan
Biru
Biru diketahui merupakan warna yang disukai banyak orang. Biru memberikan kesan ketenangan pikiran atau perasaan tenang. Hal ini sering digambarkan sebagai damai, tenang, aman, dan tertib. Biru yang kuat akan merangsang pemikiran yang jernih. Namun biru lemah atau pucat, dapat juga menciptakan perasaan kesedihan atau sikap acuh tak acuh.
Ungu
Ungu adalah simbol dari royalti dan kekayaan, juga melambangkan kearifan dan spiritualitas.
Warna ungu dalam fenomena alam jarang terjadi, namun jika muncul akan menimbulkan kesan eksotik atau artifisial.
Coklat
Coklat adalah warna yang alami, yang dapat membangkitkan kekuatan dan kehandalan.
Coklat cenderung membawa pikiran pada rasa kehangatan, kenyamanan, dan keamanan. Hal ini sering digambarkan sebagai alam, membumi, keindahan natural, dan konvensional.
Tetapi, warna coklat juga dapat membangkitkan perasaan terisolasi.
Oranye
Orange is very blatant and vulgar. It makes you immediately start having feelings.--Wolf Kahn
Oranye adalah kombinasi kuning dan merah dan dianggap sebagai warna yang energik. Warna oranye dapat membangkitkan kegembiraan, antusiasme, dan kehangatan. Selain itu, warna oranye sering digunakan untuk menarik perhatian, disamping warna kuning.
Pink
Pink pada dasarnya adalah warna merah terang (warna turunan), dan biasanya diasosiasikan dengan cinta dan romantis. Warna pink dapat memberikan efek ketenangan.

Keseluruhan informasi di atas, tidak terlepas dari hakekat warna, dimana warna adalah energi cahaya dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

www.jawaban.com/news/spiritual
www.physics.org

Minggu, 27 April 2014

Vegetarian

Manusia memilih menjadi vegetarian, telah muncul ribuan tahun yang lalu. Manusia purba yang hidup di hutan belantara sebagai manusia pohon, yang membuat rumahnya di atas pohon yang tinggi, lebih mengenal makanan vegetarian, dibandingkan mereka yang tinggal di gua-gua tandus yang memburu binatang untuk diambil dagingnya. Kemungkinan besar mereka meniru perilaku hewan pemakan daun lainnya di hutan. Dan akhirnya, mereka terbiasa menjadi kaum vegetarian.

Lalu kapan manusia modern menjadi vegetarian? Menurut catatan, meski manusia sejak zaman purba sudah ada yang bervegetarian, tetapi ”kesadaran” bervegetarian pada era modern, baru muncul di Negara barat sekitar abad 18. Gerakan vegetarisme mulai berdiri pada tahun 1809 di Inggris, dan 1847 di Amerika. Dengan alasan untuk menjaga kesehatan, pergerakan ini terus berkembang hingga sekarang.

Pada tahun 1842, menurut Geoffrey L. Rudd, mantan sekretaris TheBritish Vegetarian Society, mengatakan, bahwa asal mula kata vegetarian bukanlah berasal dari kata vegetables (sayuran), melainkan berasal dari bahasa latin vegetus yang artinya aktif, hidup, teguh, bergairah, dan kuat. Oleh karena itu, di Inggris pada tahun 1840, kata veget dipakai untuk mengatakan seseorang yang sehat dan kuat. Menu makanan kaum veget adalah makanan tanpa daging.

Gerakan kaum veget ini terus berkembang dan meluas, karena mereka dinilai sebagai manusia disiplin yang memperoleh banyak manfaat dalam hal kesehatan tubuh.
Komunitas inipun lebih dikenal masyarakat luas dan semakin banyak pengikutnya. Setelah di Inggris dan di Amerika pada tahun 1840, gerakan vegetarian lebih diperluas dengan anjuran tiga orang yang terkenal pada saat itu. Mereka adalah Ellen White, salah seorang pendiri Gereja Advent Hari Ketujuh, yang melarang para pengikutnya untuk mengkonsumsi daging. Lalu, Dr. John Hargey Kellog, ahli bedah dari Amerika , pendiri Sanatorium Battle Creek, yang berargumen demi menjaga kesehatan, menganjurkan agar masyarakat beralih dari makanan berdaging ke vegetarian. Menyusul kemudian, Pendeta Sylvester Graham, si penemu rotiGraham Crackers, juga menganjurkan hal yang sama dengan alasan, untuk lebih memenuhi kebutuhan tubuh akan makanan berserat dan kaya vitamin. Dengan begitu, menurut dia, manusia akan lebih sehat dan kuat karena menjaga pola makanannya.

Di negeri timur , hidup cara vegetarian juga telah lama dikenal. Di Tiongkok, pola hidup sederhana yang diajarkan Confucius, juga mendorong agar manusia biasa bervegetarian.Tidak makan berlebihan, apalagi yang berdaging, akan membuat tubuh sehat dan pikiran jadi jernih. Dan juga menjadikan manusia tidak tergesa-gesa, tetapi lebih tenang.

Demikian juga pandangan bangsa Yunani Kuno, bangsa Yahudi dan bangsa Mesir, menyatakan bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk pemakan buah-buahan. Bahkan para bapak bangsa Yunani, termasuk Plato, Socrates dan Phythagoras, merupakan para penganjur yang kuat, agar manusia selalu mengonsumsi makanan vegetaris. Menurut catatan di kuil-kuil dari bangsa Mesir kuno, para pendetanya juga tidak pernah memakan daging. Hal yang sama juga dilakukan oleh para pendeta agama TAO.

Hal yang sama juga ada pada peradaban bangsa Inca kuno yang terkenal itu, yang ternyata mereka adalah kaum vegetaris juga. Di India, bahkan Sang Budha sendiri mendorong agar para muridnya tidak memakan daging.

Tokoh-tokoh terkenal dunia juga berpandangan yang sama soal tersebut. Misalnya Leonardo da Vinci, Leo Tolstoy, George Bernard Shaw, Albert Einstein, dan lainnya.
Albert Einstein sendiri mengakui, seringnya menyantap daging hewan, bisa mempengaruhi perilaku dan temperamen pada diri manusia. Nah, dari data dan fakta tersebut, sesungguhnya sejak zaman dahulu kala, manusia sudah mengenal adanya vegetarian. Meski putaran waktu terus berjalan, abad demi abad terlampaui, sikap hidup bervegetarian itu tetap terjaga, dan terus ada hingga kini. (http://www.idsehat.com/2013/02/sejarah-vegetarian.html)

Senin, 21 April 2014

Autobiography of a Yogi

Oleh : Paramahansa Yogananda(1946)
“Sebuah ‘keajaiban’ biasanya dianggap sebagai suatu efek atau peristiwa tanpa hukum, atau di luar hukum. Tetapi semua peristiwa dalam alam semesta kita yang sangat teratur ini  terjadi berdasarkan hukum dan bisa dijelaskan secara hukum. Kekuatan ajaib seorang guru besar merupakan akibat yang wajar dari pemahamannya yang tepat atas hukum hukum yang  samar yang berlaku di dalam kosmos kesadaran”

Autobiography of a Yogi dianggap sebagai salah satu buku spiritual yang paling menghibur dan mencerahkan yang pernah ditulis. Buku ini memiliki gaya bahasa kuno khas Inggris India, dan gambarannya yang mengagumkan memberikan kehangatan yang jarang ditemukan dalam tulisan spiritual. Gambaran yang mengagumkan tentang India juga diungkapkan, yang meski tergolong sedikit selama dua abad terakhir. Tulisan Yogananda, telah menghasilkan “jiwa pencakar langit” dalam rupa para swami dan yogi.

Sewaktu  muda Yogananda adalah murid dari Lahiri Mahayasa di benares India, kemudian ia belajar pada Sri Yusketwar, dari kelompok swami.  Sri Yusketwar adalah swami yang sangat disegani, ia mempunyai kemampuan khusus yaitu mampu menyelaraskan dirinya dengan pikiran siapa saja yang ia mau, bukan hanya membaca pikiran mereka melainkan juga memasukkan pikiran ke dalam benak mereka. Yogananda mendeskripsikan Yusketwar dengan definisi yang ditemukan dalam kitab Weda tentang manusia Tuhan: “Lebih lembut daripada bunga,  di mana kebaikan diperhatikan; lebih kuat daripada guntur”.

Membawa timur ke barat
Kata kata seperti “guru” dan “yoga” sekarang sudah menjadi istilah umum dalam bahasa inggris, tetapi ketika Yogananda pergi ke Amerika tahun 1930-an, dunia spiritualitas dan filsafat timur masih sangat eksotis. Ia pergi kebarat karena mendapatkan visi tentang orang orang Amerika, dan menganggapnya pertanda untuk pergi ke Amerika.
Di Amerika ia berbicara di kongres religius internasional di Boston. Inilah ceramah pertama dari ratusan ceramah yang pelan pelan meningkatkan kesadaran akan Hinduisme dan memperkenalkan yoga pada banyak orang. Bahkan ia pernah dipanggil untuk menemui  Presiden Calvin Coolidge.

Bertemu sesama yogi
Buku ini memasukkan kisah pertemuan Yogananda dengan berbagai tokoh suci India dan luar negeri, seringkali di tempat yang terpencil. Tokoh bijaksana yang ditemuinya antara lain Perfume Saint, yang bisa mewujudkan bau sesuai keinginan,Tiger Swami, yang telah bertarung dan mengalahkan harimau, dan Levitating Saint, Bhaduri Mahayasa, yang meninggalkan kekayaan keluarga untuk menjadi yogi. 
Ia pergi ke jantung Bengal utnuk bertemu Giri Baba, tokoh suci yang tidak makan; ia menggunakan suatu teknik yoga tertentu yang memungkinkan dirinya hidup tanpa makanan selama beberapa dekade, tanpa menimbulkan efek sakit dan dibuktikan dengan pengamatan yang seksama. Anehnya dia gemar memasak untuk orang lain. Tetapi ketika ditanya apa tujuan tidak makannya, Giri Baba menjawab bahwa hal itu menunjukkan kepada kita bahwa manusia pada dasarnya adalah roh dan secara bertahap akan belajar bagaimana cara hidup dari energi cahaya astral, seperti yang ia lakukan. Yogananda juga mendedikasikan satu bab untuk pertemuannya dengan mistikus Jerman, Therese Neumann, yang selama bertahun tahun hidup hanya dari sepotong hosti(roti suci) satu kali sehari, dan setiap minggu ,darah keluar dari tangan dan pinggangnya, petanda suci stigmata.
Banyak juga dituliskan pertemuannya dengan banyak tokoh dan ilmuwan pada saat itu seperti Rabindranath Tagore, penyair besar India, Luther Burbank, seorang hortikulturis; Mahatma Gandhi dan Sri Ramana Maharshi, tokoh bijaksana dari Arunchala.

Kekuatan yogi dan hukum keajaiban
Buku ini penuh dengan kisah penyembuhan ajaib, orang yang dibangkitkan dari kematian, dan perantaraan aneh. Walau demikian, deskripsi peristiwa ini kedengarannya benar. Yogananda banyak mendiskusikan bagaimana sesuatu yang nampak mustahil adalah sesuatu yang wajar bagi para yogi. Ia menulis bahwa teori relativitas Einstein telah menuntun  pada pandangan bahwa jagad raya adalah energi murni, atau cahaya. Materi adalah energi yang terkonsentrasi, dan soliditas benda sampai batas tertentu bersifat ilusif. Einstein menunjukkan bahwa materi tidak pernah bisa menyamai kecepatan cahaya, dan itulah mengapa kita menggolongkan materi sebagai sesuatu yang solid dan cahaya  sebagai sesuatu yang tidak bertahan lama.
Yogananda menjelaskan bahwa para yogi mampu menempatkan diri mereka ke dalam suatu keadaan dimana mereka tidak lagi diidentifikasikan dengan tubuh mereka, atau bahkan dengan materi. Dari kesadaran mereka bahwa dunia materi ini pada dasarnya adalah maya, atau ilusi, mereka bisa mentransformasikan struktur molekular mereka dari materi menjadi energi cahaya, membuat mereka bisa, misalnya, berada di dua tempat dalam waktu yang bersamaan. Seorang yogi melihat dirinya sebagai omnipresent(ada di mana mana), menjadi “satu dengan alam semesta”, dan hasilnya mereka bisa membentuk(materialize) atau menguraikan(dematerialize) objek tanpa dipengaruhi hukum gravitasi.
Kemampuan seorang yogi “menjadi cahaya” –menghimpun energi cahaya–menjelaskan mengapa manifestasi Tuhan dalam setiap agama seringkali dideskripsikan sebagai cahaya yang menyilaukan. Ahli spiritual melihat alam semesta seperti yang Tuhan lihat ketika Ia menciptakannya : sekumpulan besar cahaya. Menjadi satu dengan cahaya membuat manusia terbebas dari kekangan materi, dan memungkinkan terjadinya keajaiban. Sebenarnya, peristiwa ajaib seperti itu sama sekali sesuai dengan hukum alam, hanya saja sebagian besar manusia tidak bisa bekerja dengan hukum alam tersebut. Therese Neuman berkata kepada Yogananda bahwa ia mendapat energi hanya dari cahaya dan udara. Seperti yang ditulisnya, membuat keajaiban memang mungkin bagi setiap orang “yang menyadari bahwa esensi penciptaan adalah cahaya”
Meski seorang yogi memiliki kemampuan yang tidak biasa, kemampuan itu tidak digunakan untuk menghibur orang lain. Yogananda merasa pepatah “Hanya orang bodoh yang tidak bisa menyembunyikan pengetahuannya” amat sesuai dengan gurunya Sri Yusketwar. Ia memang banyak dibicarakan, tetapi hanya menggunakan hukum alam di seputar dirinya, dengan demikian tidak menarik perhatian orang.

Kata penutup
Dengan membaca buku ini kita mendapatkan sebuah pintu masuk menuju sejumlah misteri alam semesta. Di awal buku terdapat kutipan: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Yoh 4:46-54). Yogananda  mencantumkan kutipan ini karena ia tahu bahwa orang sudah sedemikian terpaku dengan cara mereka, sehingga terkadang hanya keajaiban yang bisa membuat mereka berpikir tentang hal hal Ilahi. Guru biasanya tidak suka mendiskusikan kemampuan istimewa mereka, karena hal itu akan mengalihkan perhatian para muridnya dari jalan yang sesungguhnya. Tetapi Yogananda  tahu bahwa peristiwa ajaib adalah madu yang menarik lebah menuju pot spiritual.
Walau demikian pesannya yang lebih luas adalah bahwa pengaktualisasian diri melalui kontrol pikiran dan tubuh ala yogi adalah ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari oleh siapa saja.
Meskipun autobiography ini  memberi pengantar yang bagus bagi literatur spiritual Hindu–Weda, Upanisad, Mahabarata– yang amat mengejutkan dari buku ini adalah bahwa buku ini memberi kita suatu pandangan yang baru terhadap kitab Suci. Yogananda adalah seorang ahli Kitab Suci, dan buku ini kaya dengan catatan kaki berisi perbandingan konsep dan kata kata dari naskah suci Hindu dengan yang ada dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Kita bisa saja membaca seluruh isi Autobiography of a Yogi tanpa harus mempercayainya. Tetapi lihatlah apakah keraguan kita akan masih tetap ada ketika membaca halaman terakhir, berisi cuplikan surat yang ditulis oleh direktur rumah jenasah Forest Lawn di Los Angeles, tempat dimana jasad Yogananda diletakkan setelah kematiannya tahun 1952.  Tidak seperti jenazah lainnya, jasad Yogananda tidak menunjukkan tanda tanda kerusakan, bahkan setelah tiga minggu jenazah itu datang. Keadaan seputar kematiannya juga luar biasa diceritakan didalam buku ini.
(http://henkykuntarto.wordpress.com/2009/02/12/autobiography-of-a-yogi/)