Matrix

Matrix

Selasa, 01 Juli 2014

Di Malioboro

…Kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang
dibunuh di tahun 1965.

Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh
di sisi Benteng Vriedenburg.

Siapa namamu, kataku, dan kau bilang:
Kenapa kau tanyakan itu.

Malam mulai diabaikan waktu.
Di luar, trotoar tertinggal.

Deret gedung bergadang
dan lampu tugur sepanjang malam

seperti jaga untuk seorang baginda
yang sebentar lagi akan mati.

Mataram, katamu, Mataram…

Ingatan-ingatan pun bepercikan
–sekilas terang kemudian hilang– seakan pijar
di kedai tukang las.

Saya coba pertautkan kembali
potongan-potongan waktu
yang terputus dari landas.

Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya.

Di atas bintang-bintang mabuk
oleh belerang,

kepundan seperti sebuah radang,

dan bulan dihirup hilang
kembali oleh Merapi.

Trauma, kau bilang
(mungkin juga, “trakhoma?”)
membutakan kita.

Dan esok los-los pasar
akan menyebarkan lagi warna permainan kanak
dari kayu: boneka-boneka pengantin
merah-kuning dan rumah-rumah harapan
dalam lilin.

Siapa namamu, tanyaku.
Aku tak punya ingatan untuk itu, sahutmu.
#Goenawan Mohamad

Kamis, 19 Juni 2014

Triwidodo's

Ambillah hikmah dari kisah di pewayangan
Arjuna bertapa di tengah hutan
Hanya Semar dan anak-anaknya yang menjadi kawan
Semua gerbang badan yang berjumlah sembilan
Ditutup semua untuk mendapat ketenangan

Penglihatan, pendengaran, penciuman
Pengecapan, pengucapan, hubungan badan, semua dijauhkan
Setelah semua indera terkendalikan
Masih satu yang harus ditaklukkan
Mind, Pikiran

Godaan pertama berujud raksasa
Mengapa harus bertapa, ditakut-takuti kesengsaraan dunia
Godaan selanjutnya kilauan emas permata
Harta sudah di depan mata mengapa tidak berselera?
Godaan terakhir bidadari cantik jelita
Nafsu birahi tersisa digoda juga
Banyak Kesatria gagal bertapa
Ketakutan akan sengsara
Selain itu banyak yang tidak berhasil juga
Disebabkan harta, tahta dan wanita

Dengan duduk hening menyaksikan godaan pikiran yang datang dan pergi
Sampai Bathara Guru turun dari Kahyangan menemui
Memberi senjata ampuh Pasopati
Penakluk sifat kebinatangan di dalam diri
Untuk mencapai Kebahagiaan Sejati.

Tidak berbeda dengan cerita Nachiketas di India
Dalam Kathopanishad tertulis kisahnya
Dewa Yama menawarkan emas permata seluas dunia
Kemudian raja mulia yang panjang usia
Terakhir musik surgawi dengan bidadari nan jelita
Semua ditolaknya
Demi kehidupan abadi yang menjadi tujuannya

Hanya kesatria perkasa yang tabah hati
Yakin dunia ini hanya ilusi
Berjalan mantap meniti ke dalam diri
Untuk menemukan jati diri
Kesadaran Murni

Senin, 16 Juni 2014

AC Chiller

AC Chiller adalah pendinginan udara secara tidak langsung, dimana peralatan terlebih dahulu mendinginkan sejumlah air, kemudian air yang telah didinginkan hingga 5C – 9C mendinginkan udara dalam ruangan. Jadi AC Chiller terbagi atas dua bagian utama, yaitu peralatan untuk mendinginkan air dan peralatan untuk mendinginkan udara di dalam ruangan.

A.Peralatan untuk mendinginkan air
Bagian pendinginan air disebut Unit Chiller. Temperatur air akan diturunkan dari sekitar 28C menjadi 5C – 9C. Dan Unit Chiller sekaligus menjadi tempat pembuangan panas, sebagai akibat dari proses turunnya temperatur air.

Unit Chiller terdiri atas 5 bagian utama:
-         Evaporator / Cooler
      Tempat  gas refrigerant (freon) menyerap panas dari air, sehingga temperatur air
      turun menjadi 5C – 9C.
-         Kondenser
           Tempat gas refrigerant (freon) membuang panas ”langsung” ke udara, atau ke air
           Yang dialirkan terus menerus ke Kondenser. Dalam tahap ini, freon berubah
           wujud dari gas menjadi cair.
-         Kompressor
      Alat untuk memompa (Discharge) dan menghisap (Suction) gas refrigerant,
      supaya dapat mengalir melalui pipa refrigerant, dengan tekanan tinggi di sisi
      Discharge dan tekanan rendah di sisi Suction
-         Pipa Refrigerant dan Expansion Valve
      Pipa refrigerant adalah tempat mengalirnya gas refrigerant (freon) yang
      bersirkulasi dalam tahap wujud gas atau wujud cair, sesuai dengan fungsinya saat
      menyerap panas ataupun melepaskan panas.
      Expansion Valve adalah tempat merubah wujud freon dari cair menjadi gas.
-         Listrik untuk kontrol/sensor dan daya

Listrik untuk kontrol/sensor adalah untuk mengendalikan operasional  peralatan Unit Chiller. Mulai dari menghidupkan/mematikan unit, mengendalikan pencapaian temperatur air, dan proteksi bila terjadi gangguan. Sedangkan listrik untuk daya adalah untuk tenaga penggerak kompressor.
Dan bila dilihat lebih lanjut dari segi pembuangan panasnya, Unit Chiller terbagi atas 2 tipe, yaitu:    
 1.Pendinginan dengan udara / air cooled: bila pembuangan panasnya ”langsung” ke udara bebas. Gambar di bawah, menunjukkan Unit Chiller, tipe pendinginan dengan udara
  • -  Bagian berbentuk tabung dengan warna hitam dan dalam posisi horizontal, adalah Evaporator     Cooler. Warnanya hitam karena, Evaporator tersebut dilapisi dengan isolasi.
  • -  Bagian berbentuk lempengan dengan warna mendekati hitam dan posisi miring, adalah         Kondenser.
  • -  Bagian berwarna hijau, terletak di belakang Evaporator, adalah Kompresor.
  • -  Pipa berwarna coklat adalah pipa refrigerant tanpa isolasi. Dan pipa yang berwarna hitam adalah pipa refrigerant yang dilapisi isolasi.
  • -  Bagian berbentuk kotak, adalah panel listrik untuk kontrol/sensor dan daya.

 2.Pendinginan dengan air / water cooled: bila pembuangan panasnya ke air yang dialirkan secara sirkulasi tertutup, dari menara pendingin/Cooling Tower. Gambar di bawah, menunjukkan Unit Chiller, tipe pendinginan dengan air.
                                        
  • Bagian tabung berwarna hijau dalam posisi horizontal adalah Kondenser. Sedangkan tabung berwarna hitam (karena dilapisi isolasi) adalah Evaporator. Kompresornya berwarna hijau berbentuk kapsul, terletak di bagian atas. Pipa refrigerant yang tidak berlapis isolasi, adalah berwarna coklat. Dan yang berlapis isolasi, tampak berwarna hitam. Expansion Valve terletak di ujung sebelah kanan, sebagai tempat terhubungnya pipa tidak ber-isolasi dengan pipa hitam ber-isolasi. Bagian yang berbentuk kotak, adalah panel listrik.

B.Peralatan untuk mendinginkan udara di dalam ruangan
Peralatan untuk mendinginkan udara di dalam ruang, disebut Air Handling Unit (AHU) bila pemasangannya di lantai, dan umumnya memiliki kapasitas pendinginan yang besar. Gambar dibawah ini, menunjukkan salah satu dari bentuk AHU.
                                                  


Peralatan untuk mendinginkan udara di dalam ruang, yang pemasangannya digantungkan pada langit-langit (ceiling), dan umumnya hanya memiliki kapasitas pendinginan kecil, disebut Fan Coil Unit (FCU). Gambar di bawah ini menunjukkan salah satu dari bentuk FCU.
                                                 

C.Aplikasi
Dengan gambar di bawah sebagai contoh, maka penjelasan aplikasinya sebagai berikut: Sejumlah air dengan sirkulasi pemipaan tertutup, mengalir dari Outlet AHU1, AHU2, dan AHU3 ke suction pompa, kemudian dari discharge pompa menuju Inlet Evaporator. Dan dari Outlet Evaporator kembali menuju Inlet AHU1, AHU2, dan AHU3. Air mengalami penurunan temperatur/pendinginan di Evaporator, sampai tercapai temperatur yang diinginkan (setting point), yang dapat ditentukan range-nya dari 5C hingga 9C.
Masing-masing AHU mendinginkan udara di ruang lantai 1, 2 dan 3. Bila ada ruangan yang telah mencapai temperatur ruang, maka air tidak mengalir lagi ke Inlet AHU, tetapi langsung ke Outlet AHU, kemudian kembali ke Evaporator melalui pompa. Dengan demikian, kerja kompresor disesuaikan dengan kebutuhan pendinginan udara tiap ruangan. Dengan kata lain, AC Chiller adalah AC Central yang bekerja secara tersendiri untuk tiap ruang.                                             

Di Evaporator terjadi pendinginan sejumlah air yang bersirkulasi, maka berarti terjadi penyerapan panas yang besar oleh gas refrigerant (freon). Dan gas refrigerant perlu didinginkan kembali, dengan ”dipadatkan” terlebih dahulu  di kompresor. Seperti tampak pada gambar, pendinginan gas refrigerant terjadi karena air yang dialirkan oleh pompa ke kondenser. Kemudian panas yang telah berpindah ke air akan ”dibuang” di Cooling Tower, sehingga temperatur air turun kembali sesuai suhu lingkungan. Dengan demikian,  proses pembuangan panas ke air dapat terjadi kembali dengan terus menerus. 

Sabtu, 14 Juni 2014

Doa Sang Katak 1

Walau katanya buku ini adalah buku lama (yang diterbitkan sejak lama), saya baru tahu setelah dipinjamkan oleh Mbak Ninik. Tadinya saya beranggapan juga kalau De Mello adalah nama fam dari Timor timur, rupanya anggapan saya keliru, ketika saya membaca kata pengantar buku ini yang dibawa oleh Parmananda R Divarkar, SJ.

Buku ini berisi cerita dari berbagai negeri, yang intinya membuat kita menemukan hal-hal baru dalam menjalani hidup dengan Tuhan dan sesama. Buku ini terdiri dari delapan bagian besar, yaitu DOA, SADAR, AGAMA, RAHMAT, PARA KUDUS, DIRIKU, CINTA, dan KEBENARAN. Doa Sang Katak sendiri adalah cerita pertama buku ini, berikut petikannya.

Ketika Bruder Bruno pada suatu malam sedang berdoa ia diganggu oleh koak seekor katak raksasa. Semua usahanya untuk mengabaikan suara itu tidak berhasil, maka ia berteriak dari jendela, "Diam!Aku sedang berdoa."

Bruder Bruno itu seorang Santo, maka perintahnya dipatuhi. Setiap makhluk hidup menahan suaranya untuk menciptakan suasana diam yang menguntungkan bagi doa.

Tetapi kini suara lain mengganggu ibadat Sang Bruder suara dari dalam, yang berkata:"Mungkin Tuhan sama senangnya dengan koakan katak tadi daripada nyanyian mazmur-mazmur." "Apa yang dapat berkenan pada Tuhan dari teriakan katak?" Itu tanggapan Bruno menghina. Tetapi suara mendesak, tidak mau diam: " Mengapa kamu berpikir bahwa Tuhan menemukan suara?"

Bruno memutuskan mau menemukan apa sebabnya. Ia mengeluarkan tubuhnya dari jendela dan memerintahkan:"Nyanyi!" Katak raksasa mengoak berirama memenuhi alam, diiringi oleh suara main-main katak di sekitarnya. Dan ketika Bruno mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian, koakan katak tidak lagi mengganggu, karena ia menemukan bahwa kalau ia berhenti menolak suara itu, nyatanya suara-suara itu memperkaya keheningan malam.

Dengan penemuan itu hati Bruno menjadi selaras dengan alam semesta; untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengerti apa itu artinya berdoa.


Cerita-cerita lainnya dalam buku ini, ternyata sudah pernah saya baca dalam suatu artikel/renungan lewat milis. Antara lain cerita tentang sesorang yang karena kebanjiran, naik ke atap rumah, lalu sampai datang bantuan perahu kepadanya untuk menyelamatkan ia, hal itu sampai tiga kali. Kemudian ia mati karena menolak bantuan itu dan tenggelam. Ia protes pada Tuhan, kenapa Tuhan tidak menolongnya ketika ia berseru. Tuhan menjawab, Aku telah mengirimkan perahu tiga kali kepadamu, namun kau menolaknya.

walau banyak juga cerita lucu, intinya, Buku ini bukanlah buku untuk menghibur. Lebih tepat memang judul kecil buku ini, yaitu meditasi dengan cerita. Seperti yang dipesankan oleh De Mello, supaya setiap orang mempunyai pengenalan jati diri yang utuh, sehingga tiap orang akan memiliki keberanian untuk mengubah dunia.